Hari ini hari Jum'at ...di Lab Komputer Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, aku terdiam beberapa menit tidak tahu harus menulis apa. tapi aku sudah janji pada kawan Maman Kebumen saya akan menulis hari ini. System Source yang ada dalam otakku mencoba mencari file-file yang masih sempat kuingat saat jari-jariku menekan tuts keybord komputer, Hingga aku mencoba merecoveri system file otakku. mencoba mencari-cari file AS-3 Angkatan 99...Nah sampailah aku pada beberapa sosok kawan yang bagiku cukup menarik untuk ditulis untuk teman-teman seperjuangan di Mana saja berada, sosok kperibadian yang tabah, sabar, dan punya motivasi yang inovativatif kira-kira seperti itu.
Awal perkenalanku ketika aku duduk di bangku semester 1 seperti layaknya seorang yang baru kenal, kita saling berbagi cerita. menguak history masa lalu yang bagiku adalah bumbu-bumbu perbincangan yang sangat lezat ketika keluar dari kuliah, di kost, di Kafetaria kampus. Guyonan khas teman-teman dari berbagai suku muncul ketika es teh, es jeruk dan sebatang rokok Jarum Super (Filter), Jarum 76 (Keretek) terhidang di depan kami. ...Nyambung dab
Hari hari ini selasa sehari setelah memperingati Kelahiran Nabi esar Muhammad SAW. di Ruang PKSI UIN Jogja dengan sebuah laptop merek Axio milik teman aku mencoba mengingat kembali memory masa lalu ketika bersama teman-teman AS-3 99 di Jogja. Di Jogja pada tahun 1999 aku pertama kali ngekost di Gowok Blok C1/131 Komplek Polri Mabarukmo Sleman. pertama perkenalanku dengan teman namanya
Muhammad Taufik dari Jepara dari masjid Baiturrahman di Komplek Polri Gowok ketika selesai shalat Isya aku melihat saudara Taufik kaya kenal akhirnya kuahampiri dan menanyakan kayanya... mas sekelas sama saya yah....dan ternyata benar dari perkenalanku dari Kawan taufik Jepara ini kemudian aku mengenal sosok seorang kawan yang kereativ serta mempunyai skill di bidang kaligrafi pertama aku diperlihatkan hasil karyanya yaitu kaligrafi dari bahan kuningan kemudian, hasil karya mas Taufik ini menurutku cukup bagus mirip dengan yang di jual di Alfath toko yang ada di Maliboro. akhirnya setelah beberapa semester saudara taufik kemudian mengembangkan di Kanvas dan Gabus sebagai bahan dasar. salah satu lukisan kaligrafi mas Taufik ini aku pajang di rumahku di Sulawesi sana. dari perkenalan dengan saudara Taufik kemudian aku diperkenalkan teman As-3 yang dekat dengan Kost saya, saudara
Puad Noor Tasik yang Tinggal di Blok D II/172 Komplek Polri Gowok, pertama melihat teman yang satu ini aku melihat sosok yang agak urakan seprti preman tetapi setelah berkenalan lebih jauh ternyata kawan yang satu ini alumni pondok yang dipimpin oleh Pak Ilyas Ruhiyat di Cipasung Jabar. dari latar belakangan yang sama dengan aku. pergaulan kami akhirnya akrab hampir setiap hari aku ke tempatnya beberapa teman dari Jabar akhirnya aku kenal, seperti saudara TB Jabar, Maman Kalimantan, Tobing, Ujang dll. Kawan Puad adalah orang yang pertama kali punya Komputer di Komunitas AS-3 waktu itu jaman sulit dimana Elektronik masih merupakan barang langka. akhirnya hampir setiap hari kawan-kawan AS-3 berkumpul di Komplek Polri tempat kawan Puad, Hingga suatu saat terbetik sauatu Ide dari Pak ketua Ibnul Arobi untuk membuat Bulleting buat teman-teman kampus, Judl yang di pilih oleh Pak ketua pada saat itu adlaha
al-arwah al-mutamarridlhoh cukup menarik namun rencana itu terbentur oleh kendala kesibukan teman AS-3. ada hal yang menarik di Kost AA Puad ini, pengalaman ini di ceritakan oleh kawan AAK Roby, suatu ketika pacar AA Puad datang ke Jogja pagi-pagi sekali. kebetulan pada saat itu kawan Roby masih tidur di kamar Kost AA Puad antar sadar dan tidak dari tidurya dia menengar ada sauara-suara aneh di sampingnya. dengan rasa penasaran akhirnya Kawan Roby kemudain mencoba menerka suara apakah itu, suara mezzo zoprang seorag cewek. hahaha ternyata AA Puad lagi kangeng-kangenan sama Pacaranya. kawan Roby yang dari pagi tidur hendak bangun tapi sungkang takut mengganggu tapi kalo tidak bangun trus sampai kapan AA Puad melepas rindu sama pacarnya. akhirnya kawan Roby pura-pura tidur sambil matanya dan telinganya merekam pembicaraan AA Puad hahahahaha untung ngga kebelet kencing bisa brabe tuh. Saudara Puad Noor ini memeiliki kegemaran main PS dan Internet, aku pertama kali diajarin AA Puad buat Email dan Chating selanjutya buka 17tahun.com. Dari perkenalanku dangan Puad aku berkenalan dengan
Siti Kholishoh dari Tuban Jatim. Mba' Lish ini adalah lulusan Gontor Putri Mantingan orangnya rajin mencatat di kelas hingga mengumpulkan refrensi mata kuliah yang diajarkan dosen. sehingga tidak jarang aku yang agak malas nyatat dan teman-teman mencopy catatatan Mba' Lish. Pernah sauatu ketiaka ujian pak agus Maftuh Ilmu Tafsir, ketika itu semua teman-teman AS-3 wajib ikut ujian membaca tex arab. aku yang awal masuk sudah gelisah karena selain bacaan arabku kurang aku juga tidak bisa mengartikan, akhirnya Posisi menetukan Nilai ujian aku pilih duduk dekat Mba Lish' ketika sampai giliranku membaca aku injak aja kaki mba Lish untuk minta diajarin, akhirnya pas keluar Nilai Tangggggg Nilai A+ Dab ...Tanks yah Mba Lish. ada cerita yang menarik suatu Ketika Ma'Lish mencba menjodohkan teman AS-3 akhirnya disusun rencana untuk ke sekatenan tapi akhirnya ngga kesampaian karena mis communication kawan Iyong dan Naily hanya diam di Andong saat kami pulang entah apa yang ada di benak masing-masing. Semester lima akhir Mba Lish memutuskan untuk menikah dan keluar dari bangku kuliah. Perkenalan sama Taufik Jepara mempertemukan aku dengan kawan AS-3 yang lain, saudara
Muhammad Mufid Adiansah. saudara Mufid atau yang biasa di panggil Brenx, awal perkenalan ku dengan saudara Brenx ketika kami baru-baru mengenal alat elektronix. kebetulan kami mempunyai kegemaran yang sama yaitu menonton film action. sautu ketika saudara Brenx cerita film action yang ditontonnya malam itu, akhirnya aku mengajaknya nonton Film di tempat kawanku Fudail, dengan berekal Komputer Pentium 1 dan CD Room 16x kami menikmati film-film action di kamar teman dan ternyata kawan Brenx ini mampu menghabiskan beberapa kaset bahkan sampai pagi.
kenangan lain bersama Kawan Brenx ini ketika aku Sudah ngekost di Krapyak. jam 10 malam kawan Brenx mengajakku ke Purwokerto pakai Motor. tanpa pikir panjang aku menyanggupi dan kami langsung berangkat. dalam benakku Purwokerto itu hanya 10 KM ternyata menempuh perjalanan naik motor selama 4 Jam. untung sebelum berangkat aku singgah di tempat mas Fudail pinjam Jaket, perjalanan ke Purwokerto sangat melelahkan dengan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. dengan konsentrasi yang sudah mulai kurang karena jam sudah menujukkan pukul 1:30 Malam Brenx tidak sempat melihat tikugan tajam ketika hampir di kota Purwokerto. motor yang kami tumpangin masuk ke selokan, aku terlempar melewati Brex dan nyangkut di pohon Palm di Lapangan, sedang Brenx jatuh bersama dengan motor terjerembab masuk Selokan. Mulutnya Jontor akibat terantuk Kopling Motor. Pengalama lain dengan Brenx berkenaan dengan Motor ini sautu ketika aku ke Tokoh Merah membeli sesuatu tapi entah mengapa saat Brenx urung-uringan ketika hendak menyebrang dari arah jl. Mozes kami hampir di tabrak pengedara dari arah jl. Solo Brex menyumpah-nyumpah. setelah pulang dari Tokoh Merah kami langsung ke kost Brenx di Belakang Hotel Ambarukmo sekarang Amplaz. kami hanya sebentar hanya mengembalikan motor yang kami pinjam dari Kawan Maman, setelah itu kami berencana untuk pergi bermalam di Kost Kawan Iyonk di Sapen, sebelum menyebrang aku bilang sama Brenx hati-hati kendaraan lagi padat, tetapi peringatangku tidak di dengarkan maklum karena ramai suara kendaraan akhirnya Brex nekat menyebrang dari arah Timur meluncur beberapa motor degan kecepatan Tinggi, pengendara Sepeda motor Astrea Grand mencoba mengerem mendadak Brex menghindari Sepeda motor bebek itu namun malang sepeda Motor RGR yang lebih besar dengan cepat menghantam Brenx dari arah timur dia terpental di aspal...ibarat kata pepatah menghindar dari mulut harimau menuju ke mulut Buaya yang lebih besar.Brenx...Brenx. Masih tentang sepeda motor dan Mas Brenx, kebetulan mas Brex ini yang sering aku pinjam sepeda motornya. suatu ketika aku dan Robu meminjam sepeda motornya dengan kata-kata "pinjam sebentar brenx 3 menit cuma beli sesuatu di tokoh kelontong depan" akhirnya dia meminjamkan sepedanya tanpa ada rasa curiga. aku dan Roby ternyata ke Malioboro sampai soreh akhirnya Brenx ketiduran di kost roby dan setelah bangun kami belum pulang dari Malioboro akhirnya dia pulag ke kostya dengan berjala kaki di Masjid dekat AMPTA. dengan wajah yang kusut dia marah-marah keesokan harinya dan berjanji tidak mau pinjamin motornya tetapi yang aku heran entah dia lupa atau tidak dengan janjinya besok lusanya aku dia meminjamin lagi aku motornya 3 menit lagi hahahahahaha. Perkenalanku dengan Brenx ini membawaku mengenal Kawan AS-3 mas
Ibnul 'Arobi, awal aku dipertemukan oleh kawan Brenx. mengenal Mas Roby atau yang dikenal juga AAK tapi aku lebih suka memanggilnya Cak...ini awalnya ketika membahas tentang hal-hal yang ada hubungannya dengan metafisik, aku masih ingat ketika itu aku diajak untuk bermalam di pondok Wahid Hasyim tempat cak robi mondok sambil kuliah. Malam itu cak robi membicarakan tentang sosok seorang wanita yang mempunyai watak mirip dengan salah stu teman cewek di kelas AS-3, yang akhirnya aku tahu bahwa teman cewek AS-3 yang dimaksud adalah Emawati, menurtu Cak Robi bahwa Ema mempunyai watak yang sama dengan temannya yang ada di Jawa Timur sana, dengan nada protes aku bilang bahwa setiap manusia punya perjalanannya masing-masing. obrolan kami berlanjut tentang mistik sampai tengah malam dan keesaokan harinya kami terlambat bangun. aku bangun dengan sigap karena aku sadar pasti nanti kami dihukum karena tidak ikut shalat jamaah di masjid. Kami dibangunkan oleh kawan AS-3 yang lain Ustad Zaini dan Sam, yang baru aku tahu kawan AS-3 itu ternyata juga mondok sambil kuliah seperti cak robi. namun ketakutanku sirna ketika melihat masih banyak yang masih tidur waktu kami sudah bangun dan ternyata peraturan di Pondokku dahulu tidak sama dengan di Wahid Hasyim. Aku dan mas Roby melewati beberapa semester kami akrab sama dengan kawan-kawan AS-3 yang lainnya. Beberapa kisah menarik yang menurutku untuk di tulis. salah satu kisah yang agak menarik ketika cak Roby sudah pindah Kost di Sapen, suatu ketika aku dan kawan-kawan AS-3 yang lainnya Iyong, Fadli, Brenx, Roby dan teman Kosnya Iyong lagi kumpul-kumpul di Kost Iyong Sapen. malam itu kami ngobrol-ngobrol dengan kawan-kawan tapi ntah kenapa mas roby nampak tidak bersemangat sendiri, usut punya usut ternyata kawan kita ini lagi kasmaran. aku pustuskan sama Brenx untuk menemani kawan roby untuk ke Kost Cakrabuana di Belakang IAIN SUKA untuk menemui kekasihnya. sebelum sampai di Kost Cakrabuana kami terlebih dahulu menelpon di wartel dekat situ, kebetulan di depan wartel itu ada post ronda akhirnya aku dan Brenx memutuskan untuk menunggu mas Roby di Pos Ronda itu, entah kenapa muka mas Roby masih kurang ceria setelah menelpon satu jawaban yang terlintas dari mulutnya waktu itu "orangnya keluar" akhirnya kami bertiga duduk sambil merokok Djarum Super, sambil merokok kami ngobrol-ngobrol namun betapa kagetnya mas Roby ketika ada sesosok wanita yang keluar yang mirip dengan kekasihnya, tidak hanya sampai di situ cewek tersebut pergi naik motor bersama dengan seorang laki-laki, rasa penasaran kami membuat kami menunggu di Post ronda tersebut sampai jam 21:00 WIB dan benar cewek itupun kembali diantara pulang sebelum jam 21:00, ternyata kekasihnya keluar makan malam dengan teman lalaki lain. ibarat pepatah punguk dirindu ulam di bawa pergi orang ...oh salah yah. kisah lain yang dituturkan oleh Kawan Iyong AS-3, masih tentang mas roby dan Cakrabuana, suatu ketika mereka pergi ke Cakrabuana dengan tujuan belajar bareng sambil ngapel seperti yang di lakukan oleh banyak mahasiswa jaman Angkatan AS-3 99. saat itu kawan Iyong
bersama mas Roby ke Cakrabuana setelah mereka ngorol beberapa lama datanglah tamu seorang laki-laki yang ingin juga bertamu sama kekasih mas Roby, namun entah mengapa lelaki itu kuran berani atau tidak punya mental yang kuat untuk ikut diskusi dengan Kawan AS-3, mereka dipanggil untuk bergabung namun lelaki itu menolak dengan halus dan hanya meminjam gitar sambil duduk di pojok sendirian. akhirnya Iyongk dan mas Robi memutuskan untuk melanjutkan diskusi yang tertunda tadi tidak terasa waktu berkunjung telah habis, bapak Kost Cakrabuana sudah menutu setengah pintu pagar sebagai tanda sekaligus pengusiran secara halus. Kawan Iyong dan mas Roby akhirnya memutuskan untuk pamitan sama kekasih pujaan hati, tanpa di duga akhirnya pemuda tadi pamit pulang tanpa mengobrol sama kekasih mas Robi. saya ingat kata ustad..." kalau ada tiga orang manusia yang lagi diskusi maka yang keempatnya adalah setan bergitar" ... hahaha salah lagi yah. Masih tentang kisah cinta mas Roby dan AS-3, kejadian itu tepatnya di akhir pergantian tahun 2002 ke 2003, sore itu aku mendapat panggila dari kawan-kawan Iyong, Brenx dan Roby untuk merayakan tahun baru bareng. sekitar jam 17:30 WIB aku sampai di kost Iyong di tempa itu sudah ada mas Roby dan Brenx, salah satu di antara kami mengusulkan untuk mengajak serta kekasih mas Roby yang waktu itu sudah pindah Kost dekat SD Sapen, Iyong dan Roby pergi ke Kost sang pujaan hati, namun hasinya kurang memuaskan rencana untuk Tahun bersama sambil kencan gagal dengan kalimat "kami hendak merayakan Tahun beru bersama teman-tema kost di Batas Kota aja sambil niup trompet. kata kekasih mas Roby dengan kalimat penolakan yang paling halus. akhirnya kamipun tidak megurungkan niat untuk Merayakan Tahun Baru selesai sholat Maghrib kami berjalan kaki menyusuri Jalan Solo sampai Gramedia, kami memutuskan untuk Istirahat sejenak di Rental Karezona di Kota Baru dekat Ignatius waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 22:30 WIB akhirnya kami sholat Isya kemudian minum teh di rental Karezona tempat mas Pudail. setelah jam menunjukkan jam 23: 16 WIB kami memutuskan untuk ke Malioboro yang menjadi pusat konsentrasi Massa yang merayakan Tahun Baru. kami menyusuri jalan malioboro sebelum sampai ujung jalan malioboro tepatnya di depan Mirota Batik tiba-tiba kawan Iyong melihat sesosok cewek yang tadi sore mereka ajak ke pesta Tahun Baru bersama dengan beberapa cewek dan laki-laki. karena jalanan ramai dan gelap aku dan mas Roby memutuskan untuk kembali ke arah barat sambil menunggu kekasih hati lewat tepatnya sih menccegat. celakanya aku memilih posisi yang kurang meguntungkan aku nongkrog di tempat mangkal andong di sinag hari. bau pesing urine kuda dan tija kuda sangat kurang enak di penciuman. akhirnya yang ditunggupun datan juga. dengan nada keras mas Roby berteriak "pembohong" sambil berlalu. malam pergantian tahun itu tidak sampai rusak karena kejadian itu karena setelah menyaksikan pesta kembang Api di alun-alun utara kami putuskan untuk ikut dangdutan, kami berjoget sampai pagi sekitar jam 02:30 WIB da kami langsung ke Krapyak Kostku tidur sampai matahari meyinsing di Ufuk Timur. Tahun 2003 merupakan taun aneh bagiku, karena Batas Kota Jogjakarta pernah dipindahkan oleh seorang Cewek dalam waktu kurang dari 6 jam. Kawan AS-3 bisa bayangkan saja beratnya batas kota Jogja di dekat IAIN SUKA tempat kita menimbah ilmu. dan satu hal yang kutahu bahwa kawan Roby, AAK atau Cak Robe' atau ntah apalagi paggilannya bagiku merupakan sosok yang tabah, Imajinatif, dan pesanku cobalah memaki orang dengan serius kawan atau bentaklah orang dengan disertai ekspresi yah... lain kali aku sambung lagi yah....dengan kisah teman AS-3 yang lain.
(saat aku menulis kisah ini aku duduk di bawah tangga di PKSI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta meghadap ke Barat arah Pintu. disampingku duduk seorang cewek manis berjilbab besar warna biru langit sepadan dengan baju panjang yang dia kenakan. cewek itu tidak aku kenal namun satu hal yang kutahu dia seorang muslimah yang sholehah dan maniez.) itu aja. Maaf kalau ada kata-kata yang salah dalam Kisah ini wassalam (Pimred)